Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 06 Agustus 2017

Memahami Skema CDI RX King dan Rangkaiannya

Yamaha RX King dengan mesin berbasis 2-tak tidak pernah surut digilai para penikmat kecepatan dan akselerasi semenjak 23 tahun silam. Lihat saja di jalanan, kebanyakan pengendaranya pasti memacu si motor jambret ini dengan kecepatan gila. Salah satu rahasia mengapa motor sport berpenampilan minimalis ini bisa begitu adalah teknologi YEIS (Yamaha Energy Induction System). Kendati cuma ber-cc 135, akan tetapi motor yang satu ini sanggup mengasapi lawan-lawannya dengan cc lebih besar.

Namun RX King bila masih dalam kondisi standar, rpm mesin akan dibatasi lewat CDI limiter. Hal ini akan membatasi kecepatan puncak yang bisa diraihnya. Tujuannya jelas untuk keselamatan pengendara sendiri sehingga tak terpancing menggeber kendaraan tanpa batas kecepatan. Untuk mengatasi hal ini biasanya para pemilik akan mengganti CDI bawaan dengan produk aftermarket tanpa limiter. CDI Unlimiter selain digunakan untuk harian, sering pula diaplikasikan untuk keperluan balap drag. Namun penggunaan CDI tanpa limiter harus diikuti pula dengan beberapa ubahan lain seperti melakukan porting di bagian head dan juga bore up piston dengan ukuran lebih besar.

CDI adalah peningkatan signifikan sebagai pengganti sistem pengapian magnet. Modul CDI di samping bisa menyediakan percikan api yang stabil juga bisa mempertahankan titik poin yang presisi, awet, tanpa perawatan, tak dibutuhkan penggantian berkala serta tanpa perlu penyetelan. Namun CDI pun memiliki kelemahan CDI yaitu bisa tiba-tiba mati di tengah jalan. Kegagalan fungsi bisa jadi bersumber dari generator coil, ignition coil ataupun modulnya sendiri. Kebanyakan CDI yang dijual di pasaran memiliki cara kerja yang hampir sama dengan beberapa variasi dalam rancangan. Beberapa modul CDI ada yang memakai metode polaritas terbalik untuk membangkitkan tegangan.

Skema CDI RX King


CDI RX King pun bekerja hampir sama dengan CDI lain. Secara umum skema CDI RX King bisa dilihat dari gambar berikut ini :

Skema CDI RX King

Generator (Dinamo) memproduksi tegangan tinggi guna mengisi kapasitor yang terdapat dalam modul CDI. Kumparan pemicu (Trigger Coil) akan mengirimkan sinyal agar melepaskan muatan tegangan tinggi yang ditampung kapasitor diteruskan ke Ignition Coil. Sementara Kill Switch berfungsi memblok suplai tegangan tinggi dari generator sehingga sistem pengapian tak bekerja. Saklar ini berfungsi dengan mengalirkan tegangan tinggi yang berasal dari generator untuk dibuang ke massa.

Skema CDI RX King


Skema CDI RX King

Dua resistor ukuran 1 mw disusun seri di kedua kaki kapasitor (C1) yang berfungsi mengosongkan kapasitor bila SCR tidak nonaktif. Tujuannya  menghalangi terjadinya kejutan listrik saat menghubungkan kapasitor. Diperlukan kurang lebih 2 detik untuk pengosongan total kapasitar dalam kapasitor sampai mendekati angka aman. Digunakan pula dua kapasitor bernilai 0.47mf atau dua kapasitor bernilai 1mf. Sebuah kapasitor berkapasitas besar akan memproduksi percikan lebih besar dan stabil dengan syarat lilitan pembangkit (generator) bisa mengisi kapasitor secara maksimal dalam waktu tertentu.
 

Postingan Populer

Atas